PALOPO, TEKAPE.co – Video berdurasi 12 detik yang menampilkan aksi pengeroyokan antar pelajar di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, beredar luas di media sosial dan memicu kecaman publik.
Rekaman itu memperlihatkan seorang siswa dipukuli oleh beberapa temannya di area sekolah, sementara sejumlah siswa lain hanya menonton tanpa berupaya melerai.
Peristiwa tersebut terjadi di lingkungan SMP Negeri 13 Palopo, Kelurahan Kambo, pada Selasa (7/20/2025).
BACA JUGA: Viral Siswa SMP Dikeroyok di Palopo, Kekerasan di Sekolah Dianggap Selesai
Fina, (38), ibu kandung korban berinisial R, mengatakan kasus itu telah dilaporkan keluarganya ke Polres Palopo.
“Sudah dilaporkan semalam di Polres. Kami menunggu perkembangan selanjutnya. Saya berharap para pelaku diberikan sanksi sesuai perbuatannya,” ujar Fina, Kamis (9/10/2025).
Ia juga mendesak pihak sekolah menjatuhkan sanksi tegas terhadap seluruh pelaku pengeroyokan.
“Saya meminta pihak sekolah bertindak tegas. Semua yang memukuli anak saya harus dikeluarkan dari sekolah karena itu sudah perbuatan kriminal,” katanya.
Menurut Fina, meski video yang beredar hanya berdurasi singkat, anaknya mengalami kekerasan dalam waktu cukup lama.
“Durasi di video memang sebentar, tapi anak saya dipukuli lama. Tindakan kekerasan seperti itu tidak mencerminkan dunia pendidikan. Harus ada efek jera,” ujarnya menegaskan.
Ia menambahkan, bila pihak sekolah tidak mengambil langkah tegas, ia tidak akan tinggal diam.
“Saya akan bertindak jika sekolah tidak mengindahkan permintaan kami,” kata dia.
Fina juga menilai pengawasan di SMP Negeri 13 Palopo sudah lama lemah.
“Memang sekolah itu sejak dulu begitu, kurang pengawasan guru. Dulu anak perempuan saya juga pernah dibully di sana,” ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah dan kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. (Rin)










